Saturday, 5 September 2015

MAKALAH IDIOM BAHASA INDONESIA

MEMAHAMI TENTANG IDIOM BAHASA INDONESIA



BAB I
PENDAHULUAN


1.      Latar Belakang

Bahasa merupakan sesuatu yang sangat penting dalam proses berpikir dan dalam kegiatan manusia, sebagaimana dikatakan oleh Alwasilah (1993: 2) bahwa bahasa adalah kegiatan berpikir manusia dan kegiatan ini sangat bermacam-macam, sering tidak logis, kadang tidak terduga atau sering kali kacau karena kekuatan emosi, takut, hasrat, keinginan, harapan, dan sebagainya.
Berdasarkan pernyataan Alwasilah tersebut, dapatlah disimpulkan bahwa bahasa memiliki peranan penting dalam kehidupan sosial masyarakat. Bahasa dapat mengelola alam pikiran manusia sehingga diwujudkan dalam kegiatan, seperti mengekspresikan kekuatan emosi yang dimilikinya. Jadi, bahasa selain mengandung aspek dan bentuk, juga mengandung isi.
Hal ini sejalan dengan pendapat yang dikemukakan oleh Keraf (1988:25) bahwa bentuk atau ekspresi adalah segi yang dapat diserap oleh panca indera, yaitu dengan mendengar atau melihat, sedangkan segi isi atau makna adalah segi yang menimbulkan reaksi dalam pikiran pendengar atau pembaca karena rangsangan aspek isi atau makna.
Karena bentuk merupakan ekspresi makna, maka bentuk itu sendiri dapat merangsang penafsiran yang lebih dari satu makna terutama penggunaan idiom dalam kalimat. Idiom atau ungkapan sering digunakan oleh pemakai bahasa, baik lisan maupun tertulis. Tujuan penggunaan idiom atau ungkapan itu agar pendengar atau pembaca merasa lebih tertarik terhadap apa yang didengar atau dibacanya.
Idiom pada dasarnya seringkali digunakan oleh penutur bahasa dalam berkomunikasi dengan masyarakat luas. Penggunaan idiom ini sengaja dilakukan terutama untuk menyatakan sesuatu secara tidak langsung kepada lawan bicara, hanya dengan menyatakan di luar konteks kata yang lebih mudah dicerna dan dimengerti oleh pendengar tanpa adanya kesalahan persepsi antara penutur dan petutur. Misalnya, kata pencuri lebih halus kedengarannya bila menggunakan kata panjang tangan.

2.      Pembatasan
·         Memahami tentang Idiom
·         Memahami berbagai Idiom
Ø  Idiom Penuh
Ø  Semi Idiom

3.      Tujuan
Penyusunan makalah ini bertujuan untuk membuka pengetahuan serta memahami tentang idiom dan jenis-jenisnya agar mempunyai implikasi dalam penerapannya bagi pembaca pada khususnya dan masyarakat pada umumnya. Selain itu makalah ini dapat dijadikan sebagai referansi bagi calon guru maupun guru dalam pengajaran bahasa di sekolah.

 

BAB II
PEMBAHASAN


A.       Pengertian Idiom
Idiom adalah satuan-satuan bahasa (bisa berupa kata, frase, maupun tidak dapat “diramalkan” dari makna leksikal unsur-unsurnya maupun makna gramatikal satuan-satuan tersebut). Umpanya, menurut kaidah gramatikal kata-kata ketakutan, kesedihan, keberanian, dan kebimbangan memiliki makna hal yang disebut bentuk dasarnya. Tetapi kata kemaluan tidak memiliki makna yang seperti itu. Begitu juga frase rumah kayu bermakna ‘rumah yang terbuat dari kayu’; tetapi frase rumah batu selain bermakna gramatikal ‘rumah yang terbuat dari batu’; juga memiliki makna lain yaitu ‘pegadaian’ atau ‘rumah gadai’. Contoh lain frase menjual sepeda bermakna si pembeli menerima sepeda dan si penjual menerima uang; frase menjual rumah bermakna ‘si pembeli menerima rumah dan si penjual menerima uang’; tetapi konstruksi menjual gigi bukan bermakna si pembeli menerima gigi dan si penjual menerima uang’; melainkan bermakna tertawa keras-keras’.
Jadi dalam contoh di atas kata kemaluan dan frase menjual gigi dalam bahsa Indonesia ini tidak memiliki makna gramatikal, melainkan hanya memliki makna idiomatical. Begitu juga dengan frase rumah batu, meja hijau, dan membanting tulang.
Karena makna idiom ini tidak lagi berkaitan dengan makna leksikal atau makna gramatikal unsur-unsurnya, maka bentuk-bentuk idiom ini ada juga yang menyebutkan sebagai satuan-satuan leksikal tersendiri yang maknanya juga merupakan makna leksikal dari satuan tersebut. Jadi, menjual gigi adalah sebuah leksem dengan makna ‘tertawa keras-keras’. Membanting tulang adalah sebuah leksem dengan makna ‘bekerja keras’, dan meja hijau adalah sebuah leksem dengan makna ‘pengadilan’.

B.           Jenis-jenis Idiom
a.       Idiom Penuh
Idiom penuh adalah idiom yang unsur-unsurnya secara keseluruhan sudah merupakan satu kesatuan dengan satu makna, seperti yang sudah kita lihat pada contoh membanting tulang, menjual gigi, dan meja hijau di atas. Jadi Idiom penuh merupakan ungkapan/idiom yang unsur-unsur  pembentuknya telah kehilangan makna leksikanya.
Contoh :

  •  Gulung tikar = Bangkrut

Analisis makna leksikalnya :
·         Gulung memiliki arti lipatan benda
·         Tikar memliki arti anyaman pandan

  •    Kambing hitam = Orang yang dituduh atau bersalah

Analisis makna leksikalnya :
·         Kambing memiliki arti nama hewan.
·         Hitam memiliki arti salah satu jenis warna

b.      Semi Idiom
Semi idiom atau idiom sebagian adalah idiom yang salah satu unsur pembentuk masih memiliki makna leksikalnya.
Contoh :

  •   Lapangan hijau = Lapangan sepak bola

Analisis makna leksikalnya :
·         Lapangan memiliki arti  tempat atau tanah yang luas
·         Hijau memiliki arti salah satu jenis warna

  •   Koran kuning = Koran sensasi

Analisis makna leksikalnya :
·         Koran memiliki arti surat kabar atau berita
·         Kuning memiliki arti salah satu jenis warna



BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Ø  Idiom adalah satuan-satuan bahasa (bisa berupa kata, frase, maupun tidak dapat “diramalkan” dari makna leksikal unsur-unsurnya maupun makna gramatikal satuan-satuan tersebut).
Ø  Idiom Penuh
Idiom penuh merupakan ungkapan/idiom yang unsur-unsur  pembentuknya telah kehilangan makna leksikanya.
Ø  Semi Idiom (Idiom sebagian)
Semi idiom atau idiom sebagian adalah idiom yang salah satu unsur pembentuk masih memiliki makna leksikalnya.


Semoga Bermanfaat.
By : Awah Nurmawansyah 

2 comments: